Feeds:
Tulisan
Komentar

Bibit Sub Integra

Bibit Krasna002 Bibit Krasna001 Bibit Krasna003

Agro Event

WORKSHOP

PELUANG INVESTASI DAN NETWORK PEMASARAN “Berlian Hijau” Tanaman Penghasil Gaharu

Prodi Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA

25-26 Mei 2011

Kegiatan Workshop ini merupakan salah satu sarana untuk menigkatkan minat investasi di sektor Agribisnins dan memasyarakatkan kembali Tanaman Penghasil Gaharu sekaligus melestarikan dengan cara budidaya, selain itu Workshop ini merupakan ajang pembelajaran yang sangat baik bagi setiap peserta yang berkeinginan untuk dapat mengelola secara baik mengenai budidaya Gaharu, serta mengenal jaringan pemasaran gaharu di dalam dan luar negeri.

AGENDA

Workshop  :

PELUANG INVESTASI DAN NETWORK PEMASARAN “Berlian Hijau” Tanaman Penghasil Gaharu

Agenda umum workshop:

Menjelaskan berbagai jenis tanaman penghasil gubal gaharu dan teknik budidaya hingga mencapai pohon dewasa.

Teknik Budidaya dengan Kultur Jaringan sebagai upaya percepatan pembenihan.

Memberikan penjelasan mengenai berbagai teknologi Inokulasi dan Pembentukan Inokulan sederhana, dan Scala Lab.

Memberikan penjelasan mengenai produk hasil pengolahan gaharu dan pengenalan pasar gaharu.

Menyediakan mediasi antara petani dengan pedagang dan pengusaha atau Eksportir Gaharu.

Tujuan dan Sasaran

Tujuan dari kegiatan Workshop ini adalah :

  1. Meningkatkan minat investasi di sektor Agribisnis dan memperkuat minat masyarakat pada sektor pertanian.
  2. Mengembangkan sumber daya yang memadai pada sub sektor pertanian.
  3. Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pertanian melalui budidaya gaharu .
  4. Mengundang peranserta Pemerintah agar lebih konsentrasi pada sektor pertanian.

Sasarannya adalah meningkatnya minat investasi masyarakat pada sektor pertanian dan menumbuhkan minat masyarakat dalam melestarikan tanaman gaharu melalui budidaya sebagai penunjang penguatan kualitas pertanian.

Sesi Pertama :

Hari            : Rabu 25 Mei 2011

Waktu        : 09.00-11.00 Wib

Narasumber    : DR. TRIADIATI  (Pakar Tumbuhan dari IPB)*

Moderator      : Rizki Api Puspita, MMA*

“Pengenalan jenis tanaman penghasil gubal gaharu dan pemanfaatan inokulan gaharu”.

Sesi Kedua :

Hari            : Rabu 25 Mei 2011

Waktu        : 11.00-12.00, dan 13.00-14.00Wib

Narasumber    : DR. Ira Djayanegara (Pakar Bioteknologi, BPPT)*

Moderator      : Acep Muhib, M.Si*

Memberikan penjelasan mengenai teknologi Kultur Jaringan pada tanaman penghasil gaharu guna mendapatkan benih yang berkualitas.

Sesi Ketiga :

Hari            : Rabu 25 Mei 2011

Waktu        : 14.00-16.00Wib

Narasumber    : DR. Erdy Santoso (Mycologist, Forest Pathologist dari Puslitbang Departeman Kehutanan)

Moderator      : Iwan Aminuddin, M.Si*

Teknologi Inokulasi dan Perkembangannya untuk menhasilkan Gubal Gaharu yang berkualitas tinggi.

Sesi Kempat :

Hari            : Kamis 26 Mei 2011

Waktu        : 09.00-12.00Wib

Narasumber    : Perwakilan Perdagangan Saudi Arabia dan Oman*

Moderato        : Drs. Tabah Rosyadi MA.*

Peluang Pasar Gaharu di Timur Tegah dan Regulasinya.

Sesi Kelima :

Hari            : Kamis 26 Mei 2011

Waktu        : 13.00-16.00Wib

Kunjungan ke Kebun Gaharu dan Pabrik Penyulingan Minyak Gaharu (CV. Aromindo, Cilendek Bogor)

Pemandu         : Suhendra

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan Workshop ini akan di selenggarakan pada :

Hari / Tanggal            : Rabu dan Kamis, tanggal 25-26 Mei 2011

Waktu kegiatan          : Pukul 09.00 – 16.00 Wib

Bertempat di               : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Registrasi dan Pendaftaran

Investasi : • Rp. 250.000 / orang

Transfer via Bank BNI Cabang Melawai Jakarta An.:  SUHENDRA

No. Rek. 010 310 1151

Fasilitas : Sertifikat, Makalah, Lunch dan Snack serta Akomodasi ke kebun gaharu dan pabrik penyulingan minyak gaharu.

Dress Code : Non-Formal (Polite) Bebas Asal Sopan

Pendaftaran :

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Contac Person :  Rizki AP, dan Hendra

Telp. 021- 749 3315, 08129 456 049

Fax. 021-749 3315

Email: fst@uinjkt.ac.id

atau : hendramdo@yahoo.com

Formulir dapat dilihat di : Formulir Peserta Workshop

TARGET PESERTA

Workshop ini menargetkan 200 perserta yang akan ikut ambil bagian secara aktif selama 2 hari. Secara spesifik

target peserta adalah mereka yang secara langsung terlibat dalam kegiatan budidaya, pemula maupun pengusaha gaharu,

Adapun spesifikasi peserta workshop adalah sebagai berikut:

• Petani/ Pelaku budidaya Gaharu

• Akademisi dan Peneliti

• Praktisi di sektor industri perdagangan gaharu

• Masyarakat umum yang terkait dengan industri Gaharu

PENYELENGGARA

Workshop dengan tema:  “Peluang Investasi dan Network Bisnis (Berlian Hijau) Tanaman Penghasil Gaharu”.

diselenggarakan oleh Prodi Agribisnis FST UIN Jakarta, dan bekerjasama dengan Radio Bahana 101.8FM, Puslitang Kehutanan, Departemen Pertanian, Kedubes Timur Tengah

Sekretariat :

Prodi Agribisnis FST UIN Jakarta. Gedung FST Lt.3 Universitas Islam Negeri Jakarta.

Up: Dewi/Rizki AP

Telp. 021-749 3315, 08129 456 049

Fax. 021-749 3315

Email: fst@uinjkt.ac.id

atau : hendramdo@yahoo.com

http://gaharublog.wordpress.com

http://fst.uinjkt.ac.id

Wangi Gaharu dari Kebun

Oleh trubusid
Klik untuk melihat foto lainnya…
Untuk memperoleh 21 kg gubal gaharu, Adi Saptono tak perlu menjelajah hutan yang menguras tenaga. Ia cukup menebang 3 pohon di kebunnya setahun pascainsersi. Dari penjualan gubal itu, total pendapatannya Rp52-juta.

Adi Saptono memang mengebunkan 10 ha gaharu masing-masing terdiri atas 400 pohon per ha. ‘Di halaman belakang rumah ada 200 pohon,’ kata pekebun di Pangkalpinang, Bangka-Belitung itu. Gaharu-gaharu di kebun itulah yang ia panen setelah setahun disuntik cendawan. Pohon-pohon lain anggota famili Thymelaeceae itu menyusul panen pada bulan mendatang. Adi tak perlu repot memasarkan gaharu. Soalnya, importir asal Taiwan mendatangi rumahnya. ‘Importir itu malah minta pasokan rutin 10 ton sehari,’ katanya.

Johny Wangko, pekebun lain yang mencecap bisnis gaharu. Maret 2008, memasarkan 15 kg kamedangan-gubal gaharu kelas 3. Produktivitas gaharu Aquillaria malaccensis rata-rata 2 kg per pohon setinggi 4 m. Dengan harga Rp1,3-juta/kg , Johny Wangko mengantongi Rp20-juta. Padahal, 6 tahun silam ketika hendak mengebunkan gaharu, rekannya meragukan. ‘Saya saja tak pernah panen,’ kata karibnya itu yang menanam 60 pohon di Bogor dan Sukabumi, keduanya di Jawa Barat.

Di Bogor ia menanam 7 jenis gaharu seperti Aquillaria filaria dan A. cumingiana dari Seram, A. hirta (Batam), A. malaccensis (Kalimantan Selatan), dan A. crassna (Indocina). Selain di sana, Johny juga mengebunkan gaharu di Desa Serdang, Bangka Selatan, sebanyak 140 pohon. ‘Yang di Sukabumi untuk tabungan saya, jadi dipanennya nanti saja kalau sudah tua,’ kata pria 59 tahun itu.

MarakLima tahun terakhir memang banyak orang mengebunkan pohon penghasil gaharu. Di Kubangan, Riau, ada Rama yang mengebunkan 4.000 gaharu di lahan 4 ha. Nun di Dusun Hena, Flavo, Kecamatan Sentani Tengah, Papua, Doren Woku menanam 50 gaharu beringin Aquillaria filaria di halaman rumah. Selain di halaman rumah, ayah 3 anak itu juga menanam 100 pohon di kebun di Siklop, Sentani. Sekarang umur pohon 4 tahun dan siap disuntik cendawan.

Pekebun-pekebun lain tersebar di berbagai kota seperti Mataram, Sanggau, dan Bengkulu Utara. Mengapa mereka mengebunkan gaharu? Harga jual tinggi-mencapai Rp30-juta per kg-menjadi daya tarik utama. Siapa tak tergiur harga selangit itu? Itulah sebabnya banyak pemburu mencari gaharu di hutan. Akibatnya, populasi pohon penghasil gaharu di alam pun semakin menyusut. Beberapa spesies seperti Aquillaria malaccensis kini termasuk appendix II oleh Convention on International Trade of Endangered Species Wild Flora and Fauna (CITES).

Oleh karena itu, satu-satunya jalan untuk menyiasatinya adalah dengan budidaya . Itu bukanlah hal mudah. Maklum, selama ini tak ada yang memanen gaharu di kebun. Nah, Johny Wangko dan Adi Saptono termasuk pekebun pertama yang menikmati manisnya memanen gaharu.

Menurut Dr Erdy Santoso, periset gaharu di Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, membudidayakan gaharu mempunyai banyak kelebihan ketimbang mengambil di alam.

Di alam, cendawan baru dapat masuk ke jaringan tanaman ketika ada ‘pintu masuk’, misalnya cabang patah diterjang angin. Masalahnya, menunggu cabang patah tak menentu. Bandingkan bila pekebun

membudidayakan gaharu. Kapan pun mau, pekebun dapat menyuntikkan cendawan ke pohon dewasa-minimal 5 tahun. Selain itu Departemen Kehutanan melalui Balai Konservasi Sumber Alam (BKSDA) juga membatasi jumlah penjualan gaharu alam di dalam negeri dan mancanegara.

Dari tahun ke tahun, kuota ekspor gaharu cenderung menurun. Pada 2000, kuota jenis A. filaria mencapai 200 ton dan A. malaccensis 225 ton. Pada 2005, kuota anjlok masing-masing menjadi 125 ton dan 50 ton. Ketika populasi menipis di hutan, sementara pasar terbentang luas, membudidayakan gaharu solusi terbaik. Apalagi tak mungkin mengandalkan pasokan gaharu dari hutan lantaran regulasi itu. Menurut Erdy penampilan gaharu alam dan budidaya relatif sama. Untuk mengawasi peraturan itu BKSDA rutin menyambangi kebun gaharu milik masyarakat.

KuotaMenurut Ir Agus Djoko Ismanto, periset gaharu Pusat Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, pasar gaharu tak terbatas. Johny Wangko, eksportir juga mengatakan hal serupa. ‘Importir Taiwan siap menampung berapa pun banyaknya,’ katanya. Sayang, karena jumlah pohon masih sedikit, Johny tak sanggup memenuhi permintaan Taiwan.

Syaswirizal dari CV Aroma, eksportir gaharu sejak 1995, juga kelimpungan mencari pasokan gaharu untuk melayani total permintaan 140 ton per tahun. Ia hanya sanggup memasok 40 ton. Pasar yang menyerap gaharu adalah Singapura (75%), Timur Tengah (17%), dan Taiwan (5%). Selebihnya terserap pasar Hongkong, Jepang, dan Malaysia, ‘kata Muhammad Faisal Salampessy, eksportir gaharu.

Di Arab Saudi, misalnya, gaharu menjadi kebutuhan rutin setiap rumahtangga. ‘Sehabis membersihkan rumah, menyambut kedatangan tamu, atau pada perayaan-perayaan khusus, mereka pasti membakar gaharu sebagai pengharum,’ kata Agus Djoko Ismanto. Negeri kaya minyak itu menghabiskan 2,5-miliar real atau setara US$667-juta setahun untuk pengadaan 500 ton gaharu. Itulah sebabnya banyak orang Indonesia yang umroh-ke Mekkah- menenteng 2-3 kg gaharu kelas kacangan untuk dijajakan di sana. Gubal gaharu laku 800-1.000 real setara Rp2-juta-Rp2,5-juta per kilogram.

Penjualan gaharu langsung juga marak ke Singapura dan Malaysia. ‘Dalam sehari bisa keluar sampai 100 ton gaharu ke Singapura,’ kata Johny. Hal itu juga berpengaruh terhadap pergerakan harga. Harga gaharu super, misalnya, semula Rp15- juta per kg, kini Rp30-juta. Gaharu super berwarna hitam pekat dan tenggelam bila dimasukkan dalam air. Itu lantaran tingginya permintaan, tapi kuota terbatas.

Jangankan gubal, sisa kerikan kayu gaharu saja laku Rp100.000 per kg. Bahkan suloan alias abu bekas kerikan terjual Rp25.000 per kg. Suloan dimanfaatkan untuk membuat minyak bermutu tinggi. Untuk membuat 100 ml parfum biasanya dibutuhkan 100 cc minyak mawar atau minyak melati. Dengan minyak gaharu cukup 5 cc saja, dan bisa bertahan sampai 6 hari. ‘Makanya, semua parfum mahal pasti mengandung gaharu,’ kata Erdy.

Harga minyak gaharu cukup tinggi berkisar US$150-US$200 per 10 cc. Malahan ampas hasil sulingan minyak pun bisa dimanfaatkan sebagai obat nyamuk. Di pasaran, ampas itu dihargai Rp8.000-Rp10.000 per kg. Sedangkan air bekas sulingan minyak sebagai pupuk. Dengan banyaknya nilai tambah dari gaharu, wajar jika harga gaharu semakin menjulang. Untuk itulah saatnya kini membudidayakan gaharu. (Lani Marliani/Peliput: Destika Cahyana)

Minyak Gaharu (Agarwood Oil)

Sekilas Tentang Minyak Gaharu (Agarwood Oil) Dan Kegunaannya

Kandungan kimia yang terdapat dalam gaharu merupakan komponen-komponen yang terdiri daripada sesquiterpenes, sesquiter-pene alcohol, kompoun oxygenated dan chromone. Selain itu, ia juga terdiri dari komponen-komponen agarospiral, jinkohol-eramol, jinkool yang menghasilkan aroma gaharu.

Penggunaan kayu karas dalam industri perkayuaan di mana kayunya digunakan dalam industri pembuatan kotak pembungkus, triplek, cenderamata, perabot, kasut wanita, sarung senjata, chopstick dan lain-lain. Kegunaaan gaharu banyak kepada upacara keagamaan Cina, Unanai, Ayurvedic dan upacara kaum di Tibet. Ia digunakan sebagai pengharum rumah di Timur Tengah dan di Papua Nugini menggunakannya sebagai obat-obatan tradisional oleh masyarakatnya. Di masa sekarang ia turut digunakan sebagai bahan wangian atau parfum dan kosmetik.
Sumber: buabuazone88.blogspot.com

Budidaya Gaharu


Lubang itu teramat mungil: diameter 2 mm dan kedalaman 5 mm. Bekas gerekan serangga Zeuzera conferta di batang karas itu menjadi gerbang bagi cendawan penghasil gaharu. Dengan lubang mini itulah justru Erdy Santoso memanen gaharu hanya dalam waktu setahun; lazimnya, 3 tahun pascapenyuntikan.

Erdy Santoso, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam itu menerapkannya di beberapa pohon karas Aquillaria malaccensis milik Johny Wangko. Setahun kemudian pada penghujung Maret-April 2008, Johny memanen 15 kg kamedangan. Kamedangan adalah gaharu kelas tiga yang dijual US$150 setara Rp1,35-juta per kg. Artinya pekebun gaharu di Desa Serdang, Bangka Selatan, itu meraup omzet Rp20-juta dari penjualan 15 kg kamedangan.

Yang menggembirakan tentu saja bukan hanya uang segunung itu. Namun, bagi Johny adalah singkatnya waktu panen yang Cuma setahun. Bandingkan dengan pekebun lain yang panen 2-3 tahun pascapenyuntikan cendawan. Singkatnya waktu panen itu berkat inspirasi serangga Zeuzera conferta yang membuat lubang mini di permukaan batang karas alias gaharu. Selama ini teknologi untuk menginokulasi gaharu dengan cara menggergaji batang sedalam 1 cm secara zigzag.

Perbanyak lubangPekebun yang menerapkan teknologi lubang besar berkedalaman 1/3 diameter batang itu baru dapat menuai gaharu setelah 3 tahun. Menurut Dr Irnayuli R Sitepu, ahli bakteri, lubang besar memudahkan masuknya berbagai serangga dan jasad renik lain yang bersifat patogen. Lubang besar juga memicu pohon lapuk. ‘Akibatnya pohon busuk dan mati,’ ujar doktor alumnus Hokaido University itu. Lubang kecil justru mempunyai banyak kelebihan.

Pertama karena menghemat inokulum alias cendawan yang akan disuntikkan ke dalam lubang. Menurut Ir Ragil SB Irianto MSc, ahli gaharu, lubang 2 mm memerlukan 1 cc inokulum; lubang 1 cm 5 cc. Inokulum dijajakan dalam kemasan 300 cc dengan harga Rp50.000. Lubang kecil memang mengakibatkan lamanya waktu virulensi. Oleh karena itu, ‘Saya perbanyak jumlah lubang,’ kata Erdy.

Pohon setinggi 4 m, misalnya, terdiri atas 300 lubang. Erdy membuat lubang-lubang itu dengan bor. Poros lubang zigzag dengan jarak 5-10 cm agar, ‘Gaharu yang terbentuk berkumpul dan membentuk lingkaran,’ ujar peneliti gaharu sejak 1984 itu. Dengan lubang zigzag, praktis semua bagian pohon terinfeksi cendawan yang pada akhirnya membentuk gaharu.

Ahli patologi hutan itu juga menyuntikkan cendawan di bagian akar. Ia menggali akar yang terpendam dalam tanah dan mengebornya. Cara dan jarak pengeboran sama dengan pembuatan lubang di batang. Setelah cendawan disuntikan ke akar, ia menutupnya dengan parafi n untuk mencegah masuknya mikroorganisme patogen.

Cendawan topRahasia sukses panen cepat gaharu itu juga berkat cendawan unggul koleksi Erdy. Pria 50 tahun itu mengumpulkan cendawan dari 17 provinsi seperti Jambi, Gorontalo, Kalimantan Barat, dan Sumatera Barat. Dari 23 cendawan yang biasa menginfeksi gaharu, Erdy menemukan 4 unggulan. Semua bergenus Fusarium. Sayang, Erdy enggan mengungkap spesies cendawancendawan itu lantaran tengah dipatenkan.

Perpaduan antara cendawan dan teknik suntik terbaru itu menghasilkan proses infeksi lebih cepat. ‘Sebulan setelah penyuntikan, sekitar lubang sudah tampak kehitaman,’ kata Johny Wangko yang menerapkan temuan Erdy. Setahun kemudian, 1-2 kg resin gaharu bisa dipanen. Kayu terinfeksi itu berwarna hitam dengan gurat-gurat putih samar. ‘Jika dibiarkan 1-2 tahun lagi, gaharu yang terbentuk akan lebih banyak dan lebih hitam,’ katanya.

Menurut Drs Yana Sumarna MSi, periset Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, proses terbentuknya gaharu akibat pohon terluka dan terinfeksi patogen. Mekanisme proses fi siologis terbentuknya gaharu dimulai dari masuknya mikroba penyakit ke dalam jaringan kayu. Untuk mempertahankan hidup dan perkembangannya, mikroorganisme itu memanfaatkan cairan sel jaringan pembuluh batang sebagai sumber energi. Secara perlahan, efek hilangnya cairan sel menurunkan kinerja jaringan pembuluh dalam mengalirkan hara ke daun.

Sel-sel yang isinya sudah dikonsumsi mikroba itu akan membentuk suatu kumpulan sel mati pada jaringan pembuluh. Akibatnya, fungsi daun dalam memproses hara menjadi energi pun terhenti sehingga daun menguning dan tanaman mati. Secara fisik, cabang dan ranting mengering, kulit batang pecah, dan mudah dikelupas. Kondisi itu merupakan ciri biologis pohon yang menghasilkan gaharu. Singkatnya, gaharu terbentuk sebagai hasil respon tanaman terhadap infeksi patogen, luka, atau stres. (Lani Marliani) [Sumber]

Diskusi Gaharu

Kenapa Mesti Gaharu…….

ngak Tanaman yang lain aja…..

itu dia yg harus di jawab………??

info workshop

WORKSHOP

PELUANG INVESTASI DAN NETWORK PEMASARAN “Berlian Hijau” Tanaman Penghasil Gaharu

Prodi Agribisnis Fakultas Sains dan Teknologi

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIFHIDAYATULLAH JAKARTA

25-26 Mei 2011

Kegiatan Workshop ini merupakan salah satu sarana untuk menigkatkan minat investasi di sektor Agribisnins dan memasyarakatkan kembali Tanaman Penghasil Gaharu sekaligus melestarikan dengan cara budidaya, selain itu Workshop ini merupakan ajang pembelajaran yang sangat baik bagi setiap peserta yang berkeinginan untuk dapat mengelola secara baik mengenai budidaya Gaharu, serta mengenal jaringan pemasaran gaharu di dalam dan luar negeri.

AGENDA

Workshop  :

PELUANG INVESTASI DAN NETWORK PEMASARAN “Berlian Hijau” Tanaman Penghasil Gaharu

Agenda umum workshop:

Menjelaskan berbagai jenis tanaman penghasil gubal gaharu dan teknik budidaya hingga mencapai pohon dewasa.

Teknik Budidaya dengan Kultur Jaringan sebagai upaya percepatan pembenihan.

Memberikan penjelasan mengenai berbagai teknologi Inokulasi dan Pembentukan Inokulan sederhana, dan Scala Lab.

Memberikan penjelasan mengenai produk hasil pengolahan gaharu dan pengenalan pasar gaharu.

Menyediakan mediasi antara petani dengan pedagang dan pengusaha atau Eksportir Gaharu.

Tujuan dan Sasaran

Tujuan dari kegiatan Workshop ini adalah :

  1. Meningkatkan minat investasi di sektor Agribisnis dan memperkuat minat masyarakat pada sektor pertanian.
  2. Mengembangkan sumber daya yang memadai pada sub sektor pertanian.
  3. Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat pertanian melalui budidaya gaharu .
  4. Mengundang peranserta Pemerintah agar lebih konsentrasi pada sektor pertanian.

Sasarannya adalah meningkatnya minat investasi masyarakat pada sektor pertanian dan menumbuhkan minat masyarakat dalam melestarikan tanaman gaharu melalui budidaya sebagai penunjang penguatan kualitas pertanian.

Sesi Pertama :

Hari            : Rabu 25 Mei 2011

Waktu        : 09.00-11.00 Wib

Narasumber    : DR. TRIADIATI (Pakar Tumbuhan dari IPB)*

Moderator      : Rizki Api Puspita, MMA*

“Pengenalan jenis tanaman penghasil gubal gaharu dan pemanfaatan inokulan gaharu”.

Sesi Kedua :

Hari            : Rabu 25 Mei 2011

Waktu        : 11.00-12.00, dan 13.00-14.00Wib

Narasumber    : DR. Ira Djayanegara (Pakar Bioteknologi, BPPT)*

Moderator      : Acep Muhib, M.Si*

Memberikan penjelasan mengenai teknologi Kultur Jaringan pada tanaman penghasil gaharu guna mendapatkan benih yang berkualitas.

Sesi Ketiga :

Hari            : Rabu 25 Mei 2011

Waktu        : 14.00-16.00Wib

Narasumber    : DR. Erdy Santoso (Mycologist, Forest Pathologist dari Puslitbang Departeman Kehutanan)

Moderator      : Iwan Aminuddin, M.Si*

Teknologi Inokulasi dan Perkembangannya untuk menhasilkan Gubal Gaharu yang berkualitas tinggi.

Sesi Kempat :

Hari            : Kamis 26 Mei 2011

Waktu        : 09.00-12.00Wib

Narasumber    : Perwakilan Perdagangan Saudi Arabia dan Oman*

Moderato        : Drs. Tabah Rosyadi MA.*

Peluang Pasar Gaharu di Timur Tegah dan Regulasinya.

Sesi Kelima :

Hari            : Kamis 26 Mei 2011

Waktu        : 13.00-16.00Wib

Kunjungan ke Kebun Gaharu dan Pabrik Penyulingan Minyak Gaharu (CV. Aromindo, Cilendek Bogor)

Pemandu         : Suhendra

Waktu dan Tempat Pelaksanaan

Kegiatan Workshop ini akan di selenggarakan pada :

Hari / Tanggal            : Rabu dan Kamis, tanggal 25-26 Mei 2011

Waktu kegiatan          : Pukul 09.00 – 16.00 Wib

Bertempat di               : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Registrasi dan Pendaftaran

Investasi : • Rp. 250.000 / orang

Transfer via Bank BNI Cabang Melawai Jakarta An.:  SUHENDRA

No. Rek. 010 310 1151

Fasilitas : Sertifikat, Makalah, Lunch dan Snack serta Akomodasi ke kebun gaharu dan pabrik penyulingan minyak gaharu.

Dress Code : Non-Formal (Polite) Bebas Asal Sopan

Pendaftaran :

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Contac Person :  Rizki AP, dan Hendra

Telp. 021- 749 3315, 08129 456 049

Fax. 021-749 3315

Email: hendramdo@yahoo.com

Formulir dapat dilihat di : FORMULIR PENDAFTARAN WORKSHOP

TARGET PESERTA

Workshop ini menargetkan 200 perserta yang akan ikut ambil bagian secara aktif selama 2 hari. Secara spesifik

target peserta adalah mereka yang secara langsung terlibat dalam kegiatan budidaya, pemula maupun pengusaha gaharu,

Adapun spesifikasi peserta workshop adalah sebagai berikut:

• Petani/ Pelaku budidaya Gaharu

• Akademisi dan Peneliti

• Praktisi di sektor industri perdagangan gaharu

• Masyarakat umum yang terkait dengan industri Gaharu

PENYELENGGARA

Workshop dengan tema:  “Teknologi Budidaya dan Inokulasi (Berlian Hijau)

Tanaman Penghasil Gaharu”.

diselenggarakan oleh Prodi Agribisnis FST UIN Jakarta, dan bekerjasama dengan Radio Bahana 101.8FM, Puslitang Kehutanan, Departemen Pertanian, Kedubes Timur Tengah

Sekretariat :

Prodi Agribisnis FST UIN Jakarta. Gedung FST Lt.3 Universitas Islam Negeri Jakarta.

Up: Dewi/Rizki AP

Telp. 021-749 3315, 08129 456 049

Fax. 021-749 3315

Email: hendramdo@yahoo.com

http://gaharublog.wordpress.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.